Dalam beberapa waktu terakhir, banyak pengguna media sosial dibuat penasaran dengan aplikasi bernama OMC, yang mengklaim sebagai platform investasi dengan keuntungan tinggi. Namun benarkah aplikasi ini legal dan menguntungkan? Atau justru sebaliknya — penipuan investasi bodong?
Video yang diunggah oleh seorang konten kreator edukasi keuangan membongkar fakta mencurigakan dari aplikasi OMC. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas modus yang digunakan aplikasi OMC, ciri-ciri penipuan, hingga testimoni dari para korban.
Cara Kerja Aplikasi OMC Investasi
Aplikasi OMC menawarkan konsep yang menarik di permukaan: pengguna baru bisa langsung ikut program “magang” tanpa modal, lalu menyelesaikan tugas sederhana seperti memberikan rating palsu ke produk toko online. Dari tugas ini, pengguna diberi komisi sekitar Rp2.000 per tugas.
Setelah itu, pengguna didorong untuk melakukan deposit ke level yang disebut P1 sampai P9, dimulai dari Rp300.000 hingga jutaan rupiah. Iming-imingnya? Modal akan kembali dalam waktu sebulan, dan semakin besar depositnya, semakin tinggi pula keuntungannya.
Namun, skema ini jelas mencurigakan karena:
-
Tidak ada produk nyata yang dijual.
-
Keuntungan hanya bersumber dari dana pengguna lain (mirip skema ponzi).
-
Keuntungan dijanjikan pasti dan tinggi (hingga 1,2% per hari), yang tidak masuk akal untuk dunia investasi legal.
Klaim Kemitraan
OMC juga mengklaim bahwa mereka telah bekerja sama dengan brand ternama seperti:
-
Adidas
-
Chanel
-
Burberry
-
Gucci
-
Dior
Namun setelah ditelusuri, tidak ada bukti resmi kemitraan antara OMC dengan brand-brand tersebut. Klaim ini hanyalah strategi untuk meyakinkan calon korban agar mau menyetor lebih banyak uang.
Tugas-Tugas di Aplikasi OMC
Selain memberikan rating palsu, aplikasi ini juga memiliki fitur lain seperti:
-
Lucky Draw atau undian berhadiah (dengan syarat deposit)
-
Dana Kekayaan, yang menjanjikan keuntungan tetap per hari jika menyetor dana selama 3-7 hari.
Sekilas seperti peluang investasi, padahal itu hanya skema mutar uang antar member. Keuntungan yang dibayarkan ke pengguna lama, berasal dari deposit pengguna baru.
Gaji Bulanan Fantastis dan Jabatan-Jabatan Palsu
Aplikasi OMC juga membujuk pengguna agar aktif merekrut orang lain. Mereka menyediakan “jabatan” seperti:
-
Asisten Magang
-
Manager Kota (dijanjikan gaji hingga Rp100 juta/bulan)
Tentu saja, gaji ini tidak pernah benar-benar dibayar kecuali jika seseorang berhasil merekrut banyak korban dan mengalirkan dana ke sistem.
Skema Seminar, Kantor Palsu, dan Aktivitas Sosial
Untuk menambah kesan legal, OMC bahkan mengadakan:
-
Seminar offline
-
Kantor-kantor sewaan di beberapa kota
-
Kegiatan sosial yang hanya bersifat pencitraan
Ini semua hanyalah topeng untuk menarik lebih banyak korban. Saat sudah tidak ada pengguna baru, aplikasi akan kabur dan dana hilang.
Sebelumnya juga pernah viral aplikasi Lakalis Run dengan modus “adopsi sapi”. Banyak yang membela aplikasi ini di awal karena masih bisa menarik dana. Namun pada akhirnya, aplikasi ini scam dan ribuan pengguna kehilangan uang.
Contoh lainnya adalah aplikasi DBC, yang menjanjikan bayaran dari membaca novel, padahal perhitungan keuntungannya tidak masuk akal.
Testimoni Korban
Berikut beberapa pengakuan dari korban OMC dan Lakalis Run:
-
“Saya juga kena tipu 7 juta.”
-
“Saya adopsi 40 juta, semua aplikasi dibekukan.”
-
“UPL saya kabur, WA tidak aktif.”
-
“Kena tipu menjelang puasa, kok mereka tidak takut azab?”
Sebagian besar mengaku tidak bisa menarik dana mereka, bahkan akun diblokir setelah melakukan deposit besar-besaran.
Penutup
Dari semua penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
-
OMC bukan aplikasi investasi legal.
-
Tidak memiliki izin resmi dari OJK atau lembaga keuangan lainnya.
-
Menggunakan skema ponzi: menggoda member awal dengan imbal hasil besar untuk menarik dana dari member baru.
-
Menggunakan citra palsu, klaim kerja sama palsu, dan aktivitas offline untuk memikat korban.
SARAN UNTUK ANDA:
-
Jangan tergiur dengan aplikasi yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
-
Hindari platform yang tidak memiliki izin OJK.
-
Jika sudah terlanjur deposit, jangan investasikan lebih banyak lagi.
-
Edukasi orang terdekat agar tidak menjadi korban berikutnya.
Hati-hati, cerdaslah dalam memilih investasi. Jangan sampai uang hasil kerja keras Anda raib hanya karena janji manis aplikasi bodong seperti OMC.











