Belakangan ini, aplikasi Jaga Keuangan atau yang juga dikenal dengan nama JagaKid.com Investasi tengah ramai dibicarakan di media sosial. Banyak pengguna mengeluh karena proses penarikan uang yang lama, bahkan sebagian mengatakan sudah menunggu hingga dua hari tanpa hasil. Di sisi lain, ada pula pengguna yang mengaku berhasil menarik dana dan menerima uang dalam waktu singkat. Hal inilah yang menimbulkan kebingungan di kalangan netizen: apakah aplikasi Jaga Keuangan benar-benar membayar, atau justru termasuk skema investasi bodong?
Sejak awal kemunculannya, Jaga Keuangan mengklaim diri sebagai aplikasi investasi berbasis online yang menjanjikan pendapatan harian dari pembelian produk “pendapatan stabil” dan “keuntungan VIP”. Pengguna hanya perlu melakukan deposit minimal Rp50.000, lalu memilih paket investasi dengan jangka waktu tertentu untuk mendapatkan profit setiap hari.
Namun, di balik janji keuntungan cepat itu, muncul berbagai keluhan. Banyak pengguna mengaku sudah melakukan penarikan dana hingga Rp200.000–Rp350.000, tetapi statusnya hanya tertulis “menunggu review” berhari-hari tanpa kepastian.
Salah satu pengguna mengungkapkan:
“Udah dua hari belum masuk, padahal di statusnya nunggu review terus. Tolong segera diproses.”
Namun, di sisi lain, beberapa pengguna lain justru menunjukkan bukti transfer berhasil ke e-wallet DANA dengan waktu proses hanya beberapa menit. Hal inilah yang membuat publik bertanya-tanya, apakah penarikan di aplikasi Jaga Keuangan benar-benar bisa dilakukan tanpa harus menunggu lama?
Cara Menarik Uang di Aplikasi Jaga Keuangan Tanpa Menunggu Review
Berdasarkan pengalaman beberapa pengguna yang mengaku berhasil menarik uang, berikut langkah-langkah yang dilakukan agar penarikan cepat diproses tanpa harus menunggu review berhari-hari:
-
Pastikan akun sudah terverifikasi penuh
Sebelum melakukan penarikan, pengguna wajib mengisi data pribadi, termasuk nomor ponsel aktif dan kata sandi transaksi. Akun yang belum lengkap sering kali ditolak otomatis oleh sistem. -
Kaitkan akun e-wallet dengan benar
Pastikan nomor DANA, OVO, atau GoPay yang digunakan sesuai dengan nomor yang terdaftar di aplikasi. Kesalahan kecil pada nomor rekening bisa menyebabkan status penarikan tertahan di “menunggu review”. -
Gunakan nominal penarikan yang sesuai saldo dan batas minimum
Beberapa pengguna melaporkan bahwa sistem menolak penarikan di bawah nominal minimum atau melebihi saldo aktual. Sebaiknya lakukan penarikan dalam jumlah wajar, misalnya Rp50.000–Rp350.000, sesuai saldo tersedia. -
Hindari penarikan di jam sibuk
Penarikan di jam malam atau akhir pekan sering kali tertunda. Disarankan melakukan transaksi di jam kerja (pukul 09.00–17.00 WIB) agar diproses lebih cepat. -
Coba lakukan penarikan pertama dengan nominal kecil
Pengguna yang berhasil menyebutkan penarikan perdana cenderung sukses dan langsung cair ke DANA dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah itu, barulah mencoba nominal lebih besar. -
Cek koneksi dan hindari kesalahan teknis
Kadang status “menunggu review” muncul karena koneksi yang tidak stabil atau aplikasi error. Cobalah keluar dan masuk kembali sebelum mengulang proses penarikan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, beberapa pengguna melaporkan bahwa uang mereka berhasil masuk ke e-wallet tanpa menunggu lama. Namun, penting dicatat bahwa tidak semua pengguna mengalami hasil yang sama.
Benarkah Aplikasi Jaga Keuangan Sudah Scam?
Di balik tutorial dan bukti pembayaran yang beredar, muncul laporan lain yang menyebut bahwa Jaga Keuangan termasuk investasi bodong atau skema Ponzi. Ciri-cirinya sangat mencolok:
-
Tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Artinya, kegiatan penghimpunan dana mereka tidak diawasi secara resmi oleh lembaga keuangan pemerintah. -
Sistem keuntungan berasal dari deposit anggota baru.
Skema ini klasik dalam dunia Ponzi: uang dari pengguna baru digunakan untuk membayar pengguna lama agar seolah-olah aplikasi “terbukti membayar”. -
Adanya sistem referral berjenjang.
Setiap pengguna yang berhasil mengajak orang lain akan mendapatkan komisi hingga 35%. Ini memperkuat indikasi bahwa sistem keuntungan bukan berasal dari hasil investasi nyata, melainkan dari setoran pengguna baru. -
Belum ada izin usaha investasi resmi.
Situs dan aplikasinya juga sering berganti domain atau nama, seperti yang sebelumnya pernah terjadi pada platform sejenis bernama Financiwis, yang kini sudah tutup dan meninggalkan banyak korban.
Dengan pola seperti ini, besar kemungkinan Jaga Keuangan hanyalah skema sementara yang akan berhenti beroperasi begitu aliran dana dari pengguna baru melambat. Saat itu terjadi, dana para investor lama akan sulit ditarik, dan aplikasi berpotensi hilang tanpa jejak.
Selain itu saat ini aplikasi jaga keuangan (jagakid.com) Sudah tidak bisa di akses. Jadi sudah jelas aplikasinya sudah scam alias penipuan.





