Belakangan ini muncul sebuah nama baru yang banyak mencuri perhatian pengguna internet, yaitu RichTide. Platform ini ramai dibahas karena menawarkan bonus yang terbilang besar kepada pengguna baru. Dalam berbagai unggahan yang beredar, disebutkan bahwa seseorang bisa memperoleh Rp330.000 secara langsung setelah berhasil mendaftar menggunakan tautan undangan milik pengguna lain. Karena kemunculannya cukup tiba-tiba dan hanya bisa diakses melalui bot Telegram, banyak orang menjadi penasaran dengan sistem kerja RichTide.
Fenomena ini semakin ramai setelah banyak orang mulai membagikan tautan undangan mereka dengan harapan memperoleh komisi tambahan. Tidak sedikit yang kemudian mencoba melakukan penarikan saldo hingga Rp3.300.000, jumlah minimum untuk bisa mencairkan dana dari aplikasi ini. Namun pertanyaannya, apakah benar saldo tersebut bisa masuk ke DANA setelah menunggu verifikasi 15 hari? Atau justru sekadar janji yang tidak akan terealisasi?
Penjelasan Apa Itu RichTide
RichTide dipromosikan sebagai aplikasi penghasil uang yang dijalankan melalui mini app di dalam Telegram. Artinya, pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan karena semua fitur dijalankan melalui bot. Di dalamnya tersedia berbagai jenis misi, sistem undangan, serta komisi yang diklaim dapat meningkatkan penghasilan pengguna tanpa modal.
Jika dilihat dari penawaran yang diberikan, RichTide sangat mengandalkan sistem referal. Bonus yang mereka berikan pun tergolong tidak wajar jika dibandingkan dengan aplikasi resmi penghasil uang. Setiap pengguna baru yang bergabung melalui tautan undangan akan mendapatkan bonus Rp330.000. Di sisi lain, pengundang bisa memperoleh komisi sekitar Rp165.000 sampai Rp330.000 untuk setiap pendaftaran yang berhasil.
Skema seperti ini biasanya membuat aplikasi tumbuh dengan cepat, tetapi pada saat yang sama juga menimbulkan tanda tanya besar tentang apakah pendapatan itu benar-benar bisa dicairkan.
Cara Kerja dan Mekanisme Penghasilan di RichTide
RichTide menawarkan beberapa sumber pemasukan kepada para penggunanya, antara lain:
-
Mengundang teman sebanyak mungkin untuk mendapatkan komisi masuk.
-
Penghasilan tambahan sebesar 10 persen dari pendapatan teman yang direkrut.
-
Mengerjakan tugas yang tersedia di halaman Pusat Tugas.
-
Menonton video dari Pusat Video sebagai misi harian.
-
Melakukan klaim bonus dari fitur yang disebut Tonggak Harian.
Meskipun semua fitur ini terlihat cukup menarik, namun sebagian besar pendapatan terbesar tetap berasal dari jumlah undangan yang berhasil dikumpulkan. Hal ini terlihat dari besarnya bonus yang diberikan hanya dari satu undangan saja. Di titik inilah banyak orang mulai mempertanyakan dari mana sebenarnya sumber dana untuk membayar semua komisi tersebut.
Penarikan Saldo Rp3.300.000 Apakah Benar Cair ke DANA?
Bagian ini yang paling sering dibahas oleh pengguna. RichTide menetapkan batas minimal penarikan sebesar Rp3.300.000. Pengguna bisa memilih metode pencairan seperti DANA, OVO, ataupun rekening bank. Setelah mengisi informasi sesuai petunjuk, pengguna dapat menekan tombol tarik dan menunggu proses verifikasi.
RichTide menyebut proses verifikasi membutuhkan waktu hingga 15 hari kerja. Namun di sinilah masalah bermula. Banyak pengguna yang sudah melewati batas waktu tersebut, tetapi uang tidak kunjung masuk ke DANA atau metode pembayaran apa pun yang dipilih.
Yang muncul justru berbagai keluhan di media sosial. Sejumlah orang mengaku status penarikan mereka terus berada dalam posisi menunggu tanpa ada kepastian. Ada pula yang mengatakan bahwa aplikasi hanya memanfaatkan waktu tunggu tersebut agar pengguna terus aktif mengundang teman lain.
Sejauh ini, belum ada bukti valid berupa tangkapan layar ataupun laporan pengguna lain yang menunjukkan bahwa penarikan RichTide benar-benar berhasil. Tidak ada data konkrit bahwa saldo Rp3.300.000 itu pernah cair ke DANA, OVO, maupun rekening bank setelah menunggu 15 hari atau setengah bulan.
Apakah RichTide Termasuk Aplikasi Penipuan?
Jika menilai dari sisi logika pendapatan, bonus yang diberikan RichTide memang sangat janggal. Memberikan ratusan ribu rupiah hanya dari satu undangan tanpa model bisnis jelas adalah tanda merah. Ditambah lagi tidak adanya bukti pencairan dari pengguna yang sudah mencoba menarik uangnya.
Pola seperti ini sudah beberapa kali muncul pada aplikasi serupa yang akhirnya berhenti beroperasi setelah berhasil mengumpulkan banyak pengguna. Mekanisme verifikasi panjang dan batas minimal penarikan yang besar sering kali dijadikan alasan agar pengguna tetap berharap dan tidak meninggalkan aplikasi.
Dengan mempertimbangkan berbagai temuan tersebut, sangat besar kemungkinan bahwa RichTide tidak benar-benar membayar penggunanya. Bahkan dapat dikatakan bahwa skema yang digunakan mengarah pada aktivitas yang tidak transparan dan berpotensi sebagai penipuan.
BACA JUGA: RichTide bot Telegram Apakah Terbukti Membayar? Review Penarikan Terbaru!
Kesimpulan
RichTide menawarkan bonus besar, komisi undangan yang menggiurkan, serta klaim penghasilan dari tugas-tugas harian. Namun setelah ditelusuri, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penarikan Rp3.300.000 benar-benar cair ke DANA. Banyak pengguna yang mengaku sudah menunggu lebih dari 15 hari namun tidak mendapat kepastian apa pun.
Melihat fakta tersebut, pengguna disarankan untuk berhati-hati dan tidak bergantung pada aplikasi yang belum jelas legalitas dan transparansinya. Lebih baik menghindari platform seperti ini daripada membuang waktu untuk sesuatu yang tidak memiliki kepastian keuntungan.





