Sejak dua tahun terakhir, aplikasi MBA dikenal luas sebagai platform yang menjanjikan keuntungan cepat. Popularitasnya tidak lepas dari promosi masif dan testimoni pengguna yang mengaku sudah mendapatkan hasil. Namun, di balik itu, banyak cerita berbeda yang muncul, mulai dari penundaan penarikan hingga sistem yang berubah-ubah.
Fenomena ini membuat MBA sering dibandingkan dengan aplikasi ponzi lainnya yang pernah beredar di Indonesia.
Sekilas Tentang Sistem Kerja MBA
MBA mengandalkan sistem level. Akun gratis hanya berfungsi sebagai umpan. Untuk bisa menghasilkan, pengguna wajib meng-upgrade level dengan deposit. Semakin tinggi level, semakin besar klaim pendapatan.
Aplikasi ini juga menawarkan promosi berjenjang dan bonus rekrut anggota.
Cara Menghasilkan Uang di MBA
1. Registrasi
Pengguna membuat akun dan mendapatkan akses awal.
2. Upgrade Level
Untuk mengakses fitur penghasilan, pengguna harus melakukan top up.
3. Tugas Harian
Setiap hari tersedia tugas dengan imbalan saldo.
4. Bonus Referensi
Mengajak anggota baru memberikan komisi tambahan.
5. Program Saham
Pengguna ditawari membeli saham dengan klaim untung besar dalam waktu singkat.
Prosedur Penarikan Dana
1. Ajukan Withdraw
Masuk ke menu penarikan.
2. Menunggu Proses
Sistem menyatakan sedang memproses karena banyak pengajuan.
3. Syarat Tambahan
Sering muncul event yang mengharuskan top up lagi sebelum penarikan disetujui.
4. Penundaan Berulang
Alasan sistem, sertifikasi, hingga rapat menjadi dalih yang sering muncul.
Legalitas dan Keamanan
Tidak ada bukti bahwa MBA terdaftar di OJK. Tanpa pengawasan resmi, dana pengguna tidak memiliki perlindungan hukum.
Apakah Terbukti Membayar
Beberapa pengguna awal mungkin menerima pembayaran. Namun, banyak korban melaporkan tidak bisa menarik dana. Pola ini sangat mirip dengan skema ponzi.
Kesimpulan
MBA tidak dapat dianggap aman untuk investasi. Sistemnya bergantung pada aliran dana dari anggota baru. Untuk menghindari kerugian, sebaiknya pilih platform yang resmi, transparan, dan diawasi oleh otoritas.





