Aplikasi Dyson dengan domain dysearnings.com muncul ke publik pada 12 November 2025. Usianya yang masih sangat baru membuat banyak orang penasaran sekaligus waspada. Di satu sisi, aplikasi ini menawarkan peluang menghasilkan uang dengan cepat melalui skema investasi. Di sisi lain, masyarakat mempertanyakan apakah Dyson aman, legal, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau justru termasuk investasi bodong yang mengancam para penggunanya.
Popularitas Dyson semakin meningkat setelah beredar konten di media sosial yang menunjukkan bukti penarikan dana berhasil masuk ke e-wallet. Beberapa influencer bahkan melakukan live withdrawal dan memperlihatkan saldo yang berhasil cair kurang dari sepuluh menit. Namun di balik euforia itu, terdapat peringatan yang cukup keras dari pemerhati keuangan yang menilai Dyson memiliki ciri-ciri kuat sebagai skema ponzi.
Cara Kerja Aplikasi Dyson Agar Menghasilkan Uang
Pengguna yang bergabung dengan Dyson biasanya diarahkan untuk melakukan deposit atau membeli paket investasi. Sistem ini dijual sebagai “misi utama” untuk mendapatkan profit harian. Skema produk investasi di Dyson terlihat seperti berikut:
- Paket Rp100.000 dengan pendapatan harian Rp25.000 selama 100 hari
- Paket Rp300.000 dengan pendapatan harian Rp79.000 selama 100 hari
- Paket Rp800.000, Rp2 juta, dan seterusnya
- Profit harian masuk satu kali setiap 24 jam
- Penarikan minimum Rp30.000 dan didukung e-wallet seperti Dana, Gopay, serta Ovo
Jika dilihat sekilas, angka-angka tersebut memang sangat memikat. Dengan modal Rp100.000 saja, pengguna dijanjikan total keuntungan lebih dari Rp2 juta selama masa kontrak. Klaim ini terlihat tidak masuk akal dalam standar investasi resmi mana pun.
Apakah Dyson Terbukti Membayar?
Sejumlah konten kreator menampilkan bukti bahwa Dyson membayar. Mereka memperlihatkan proses penarikan Rp99.000, Rp269.000, hingga ratusan ribu lainnya yang masuk dengan cepat ke akun Dana. Setelah penarikan berhasil, promotor biasanya mengarahkan penonton untuk klik link pendaftaran di deskripsi, dan menjelaskan langkah-langkah top up melalui QRIS atau transfer bank.
Dari sisi pengguna baru, tampilan seperti ini memberikan kesan bahwa aplikasi benar-benar membayar dan aman digunakan. Namun, pembayaran awal dalam skema ponzi memang didesain agar terlihat lancar untuk memancing lebih banyak investor melakukan deposit.
Apakah Dyson Sudah Terdaftar di OJK?
Inilah poin yang paling penting. Berdasarkan penelusuran dan pernyataan para pengamat investasi, Dyson TIDAK terdaftar di OJK. Tidak ada izin menghimpun dana masyarakat, tidak ada legalitas lembaga keuangan, dan tidak ada perlindungan hukum bagi pengguna.
Aplikasi yang menghimpun dana publik tanpa izin OJK secara langsung masuk dalam kategori investasi ilegal. Ini menjadi salah satu indikator klasik investasi bodong.
Mengapa Dyson Disebut Skema Ponzi?
Analisis yang beredar menyebut Dyson memiliki ciri-ciri ponzi yang sangat jelas, antara lain:
- Profit yang tidak masuk akal
Keuntungan harian 25% dari modal tidak pernah ada di dunia investasi resmi. - Sumber uang berasal dari deposit member baru
Pembayaran dilakukan selama masih ada pengguna baru yang bergabung. Ketika aliran deposit berhenti, aplikasi akan hilang atau menutup layanan. - Promosi besar-besaran melalui media sosial
Buzzer, leader, dan promotor aktif menyebarkan link referral di Facebook, TikTok, dan Telegram untuk mendapatkan komisi. - Target utamanya pemula yang belum paham risiko
Banyak iming-iming kemudahan, cepat cair, dan tanpa risiko. - Tidak ada aktivitas bisnis yang jelas
Tidak ada produk, usaha, atau kegiatan legal yang dapat menjelaskan dari mana profit dibayarkan.
Para analis memperingatkan bahwa semua pembayaran di aplikasi seperti Dyson bukan berasal dari keuntungan bisnis, melainkan dari uang member baru. Sistem seperti ini pada akhirnya akan runtuh dan menyisakan korban, terutama mereka yang deposit pada tahap akhir.
BACA JUGA: Cara Klaim $5 di Event CapCut Cair Tiap Hari ke DANA Terbukti Membayar
Penutup
Aplikasi Dyson memang menampilkan bukti awal bahwa penarikan berhasil. Itu bukan hal mengejutkan karena skema ponzi selalu membayar di awal untuk memberi kesan meyakinkan. Namun setelah dianalisis lebih dalam, Dyson tidak memiliki izin OJK, menawarkan profit tidak masuk akal, menghimpun dana tanpa legalitas, dan mempraktikkan sistem yang bergantung pada deposit member baru.
Dengan ciri-ciri tersebut, Dyson sangat kuat dikategorikan sebagai investasi bodong yang berpotensi menjadi penipuan. Siapa pun yang masuk harus siap kehilangan seluruh dana ketika aplikasi berhenti beroperasi.
Jika Anda mempertimbangkan bergabung, pikirkan kembali risikonya. Uang yang mudah didapat dari aplikasi seperti ini pada akhirnya bersumber dari kerugian orang lain. Investasi legal tidak menawarkan keuntungan instan dan selalu memiliki izin yang jelas.
Bijaklah sebelum menaruh dana Anda pada aplikasi yang belum memiliki rekam jejak dan legalitas yang kuat.











