Aplikasi dan platform baru di dunia kripto selalu menarik perhatian, terutama ketika membawa embel-embel mining harian, token baru, hingga iming-iming komisi besar dari program afiliasi. Bitnasdaq—kadang disebut Bit Nasdaq atau Bitness Duck—menjadi salah satu yang tengah ramai dibicarakan.
Banyak pengguna penasaran, apakah aplikasi ini benar-benar penghasil uang, bagaimana cara kerja mining token BNQ, dan yang paling penting: apakah Bitnasdaq legal atau justru berpotensi scam?
Artikel ini membahas lengkap latar belakang Bitnasdaq, sistem afiliasi yang mereka dorong, bagaimana status legalitasnya, hingga analisis risiko bagi calon pengguna.
Apa Itu Bitnasdaq dan Layanan yang Ditawarkan?
Bitnasdaq.com memperkenalkan diri sebagai platform crypto exchange yang menyediakan berbagai fitur umum seperti spot trading, futures, P2P, hingga layanan bot trading otomatis. Seperti exchange pada umumnya, mereka juga memiliki sistem registrasi dan KYC. Bagi pengguna baru, Bitnasdaq mencantumkan bonus kupon hingga 50 USDT ketika selesai melakukan verifikasi.
Selain fitur perdagangan, Bitnasdaq juga memperkenalkan ekosistem tambahan berupa mining token BNQ, yaitu token asli milik platform tersebut. Sistem mining inilah yang membuat platform ini cepat menarik perhatian, karena banyak pengguna berharap mendapatkan imbalan harian layaknya pendapatan pasif. Namun, seluruh aktivitas tetap berada dalam ekosistem internal Bitnasdaq, sehingga penting menilai sejauh mana transparansi token dan platform dijalankan.
Mining Token BNQ dan Cara Kerjanya
Bitnasdaq menawarkan mining token BNQ sebagai daya tarik utama. Mekanisme mining-nya biasanya dilakukan dengan membeli paket mining atau melakukan deposit dalam jumlah tertentu. Pengguna kemudian mendapatkan imbalan token BNQ yang nilainya mengikuti harga pasar internal platform.
Namun, berdasarkan pengamatan data terkini, token BNQ di CoinMarketCap belum diverifikasi dan aktivitas grafisnya tampak tidak aktif atau kurang transparan. Tracking harga yang stagnan menjadi salah satu indikator bahwa token ini belum memiliki pasar luas atau belum diperdagangkan secara bebas di exchange besar. Untuk platform mining, kondisi seperti ini perlu diperhatikan dengan cermat karena nilai token bergantung penuh pada pengelola.
Status Audit dan Keamanan Token BNQ
Token BNQ disebut telah diaudit oleh Hacken dengan skor tinggi, yakni 9,6/10, dan hanya terdapat dua temuan minor yang sudah diperbaiki. Dari sisi teknis kontrak, BNQ dinilai aman. Namun, audit teknis berbeda dari legalitas perusahaan. Audit hanya memeriksa keamanan smart contract, bukan memvalidasi legalitas operasional atau keabsahan bisnis exchange.
Meski audit adalah poin positif, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti pasar BNQ yang belum luas dan ketergantungan tinggi pada aktivitas mining serta referral.
Legalitas Bitnasdaq com Apakah terdaftar di OJK?
Di sinilah aspek paling krusial. Berdasarkan penelusuran berbagai sumber informasi resmi:
- Bitnasdaq belum memiliki izin operasional sebagai crypto exchange di Singapura, meskipun klaimnya menyebut perusahaan berlokasi di sana.
- Belum ditemukan legalitas dari Jepang atau negara lain yang dikaitkan sebagai lokasi tim pengembang.
- Tidak terdaftar di SEC Amerika Serikat, meski ada klaim yang beredar di komunitas.
- Tidak memiliki izin dari regulator kripto Eropa seperti ESMA ataupun MICA.
- Di Indonesia, Bitnasdaq tidak terdaftar di OJK maupun Bappebti, padahal semua exchange legal wajib terdaftar di Bappebti.
- Beberapa dokumen yang dicantumkan seperti MSB (Money Service Business) bukan merupakan izin exchange, melainkan hanya registrasi anti pencucian uang, setara dengan PPATK, sehingga tidak cukup untuk mengoperasikan layanan trading kripto.
Fakta bahwa legalitas exchange tidak ditemukan membuat pengguna perlu sangat berhati-hati sebelum memberikan data KYC atau melakukan deposit besar.
Program Afiliasi yang Sangat Agresif
Bitnasdaq memiliki sistem afiliasi yang didesain berlapis hingga beberapa level. Setiap orang yang berhasil mengundang anggota baru akan memperoleh persentase dari aktivitas trading bawahannya. Sistemnya bekerja seperti ini:
- Pengundang mendapatkan komisi dari biaya trading orang yang direferensikan.
- Komisi juga mengalir ke level di atasnya, termasuk nilai 15% bagi agen di level tertentu.
- Pendapatan mining juga sangat bergantung pada jumlah orang yang diundang.
Struktur seperti ini membuat sebagian pengamat menyebut bahwa Bitnasdaq mendorong model mirip skema jaringan. Meskipun belum bisa dikategorikan money game, pola bagi hasil yang terlalu fokus pada rekrutmen perlu diwaspadai.
Informasi Tim dan Identitas Pimpinan Platform Masih Minim
Di situs resmi Bitnasdaq tercantum nama CEO, CTO, dan COO. Namun pencarian lebih lanjut mengenai identitas para pendiri terlihat minim, sulit diverifikasi, serta tidak ditemukan rekam jejak profesional yang jelas di platform kredibel. Transparansi seperti ini seharusnya menjadi perhatian khusus mengingat platform mengelola dana pengguna.
Apakah Bitnasdaq Berpotensi Scam?
Dilihat dari berbagai faktor:
- Legalitas belum jelas.
- Token BNQ belum diverifikasi dan pasarnya sempit.
- Program afiliasi sangat agresif.
- Identitas tim tidak transparan.
- Ketergantungan pada deposit dan referral.
Maka Bitnasdaq masuk kategori berisiko tinggi, terutama bagi pengguna yang ingin menyimpan dana dalam jumlah besar atau memberikan data KYC tanpa jaminan hukum. Meski belum dapat disebut scam sepenuhnya, risiko operasional dan potensi penipuan tetap signifikan.
BACA JUGA: 6 Cara Cepat Mendapatkan Uang di Aplikasi WaIDN Terbukti Cair!
Kesimpulan
Bitnasdaq adalah platform exchange kripto yang menawarkan berbagai layanan termasuk spot, futures, dan mining token BNQ. Walau memiliki audit smart contract yang bagus, banyak aspek fundamental platform ini belum jelas, terutama soal legalitas, pasar token BNQ yang terbatas, dan sistem afiliasi yang terlalu agresif. Dengan risiko yang ada, pengguna wajib melakukan riset mendalam sebelum deposit atau menyerahkan data KYC.
Jika tujuan utama hanya mencoba mining atau bonus afiliasi, pastikan menggunakan dana dingin dan jangan berharap keuntungan pasti. Kripto sendiri sudah berisiko tinggi, apalagi jika platformnya masih belum jelas legalitasnya. Pemahaman menyeluruh dan kehati-hatian menjadi kunci agar terhindar dari potensi kerugian.











