Bongkar Skema Investasi di OMC Group Menurut Roy Shakti

Bongkar Skema Investasi di OMC Group Menurut Roy Shakti

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan dan gelombang PHK yang makin meluas, banyak orang mulai melirik peluang baru yang muncul secara online. Salah satu yang sedang ramai diperbincangkan adalah aplikasi bernama OMC (Omnicom Group), yang menawarkan pekerjaan ringan: cukup mereview produk-produk branded dari luar negeri dan Anda bisa mendapatkan uang.

Terdengar menarik, bukan? Tapi benarkah ini peluang cuan nyata, at

au justru jebakan skema penipuan?

Apa Itu Aplikasi OMC?

OMC diklaim sebagai platform kerja paruh waktu yang memungkinkan penggunanya mendapatkan penghasilan hanya dengan memberikan ulasan terhadap produk luar negeri. Para penggunanya disebut-sebut bisa mendapat bayaran hanya dari aktivitas review ini. Namun, banyak pihak mempertanyakan keabsahan skema ini. Salah satunya adalah konten kreator investigatif Roy Sakti, yang menyoroti praktik mencurigakan di balik OMC.

Roy Sakti mengungkap bahwa OMC dan platform serupa sering kali menggunakan narasi “kerja halal” untuk menarik minat. Karena kebanyakan orang ingin mencari penghasilan yang tampak legal dan tidak melanggar hukum, muncullah skema semu seperti ini, yang membuat seolah-olah kita bekerja—padahal kenyataannya, aktivitas “review” itu hanyalah kedok.

Ciri-Ciri Skema Ponzi di OMC

Dalam investigasinya, Roy menyebut bahwa skema OMC mirip dengan praktik Ponzi:

  • Awalnya tampak lancar dan membayar penggunanya.

  • Ini dimaksudkan agar orang-orang yang sudah ikut bisa merekrut teman atau kerabat lainnya.

  • Seiring makin banyak orang bergabung dan menyetor uang (dengan berbagai dalih seperti aktivasi, pajak, atau lainnya), maka uang terus bergulir ke atas.

  • Sampai suatu saat — yang disebut Roy sebagai “JM Day” — aplikasi mendadak berhenti beroperasi. Dana tertahan, pengguna tidak bisa menarik uang, dan berbagai alasan teknis pun dimunculkan.

  • Pada akhirnya, banyak korban kehilangan uang dan hanya bisa gigit jari.

Kantor Fiktif dan Topeng “Pekerjaan”

Agar terlihat meyakinkan, OMC disebut-sebut membuka kantor dengan orang-orang yang tampak profesional, bahkan menggandeng tokoh masyarakat atau aparat untuk acara peresmian. Sayangnya, ini hanya tampilan luar. Kantor dan staf hanyalah alat untuk menciptakan kesan bahwa ini pekerjaan sungguhan. Banyak yang tak sadar bahwa mereka sedang ditipu — bahkan mereka sendiri bisa jadi kambing hitam jika skema ini ambruk.

Lalu, Apakah Ini Scam?

Roy Sakti secara gamblang menyebut bahwa OMC pada akhirnya akan berujung scam, meskipun belum diketahui kapan waktunya. Hal ini berdasarkan pola serupa yang terjadi pada berbagai platform sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa selama skema seperti ini masih menjamur, korban akan terus berjatuhan — terutama mereka yang terlalu mudah tergiur janji manis cuan instan.

Kesimpulan

Aplikasi seperti OMC mungkin terdengar seperti oase di tengah gurun ekonomi. Namun jika ditelaah lebih dalam, banyak tanda-tanda peringatan bahwa ini bukanlah bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Sebelum Anda tergoda untuk ikut, tanyakan pada diri sendiri:

Apakah masuk akal dibayar hanya untuk review tanpa nilai bisnis riil?
Apakah ada transparansi soal dari mana uangnya berasal?

Selalu waspada, karena seperti yang diingatkan Roy Sakti:

Kapan scam terjadi? Hanya Tuhan dan bandarnya yang tahu.

Catatan: Artikel ini ditulis berdasarkan analisis dan pandangan dari konten video investigatif Roy Sakti dan bukan merupakan tuduhan langsung terhadap pihak manapun. Pembaca diimbau untuk selalu melakukan riset sebelum berinvestasi atau mengikuti suatu platform

Baca Juga  Bibarkati Shohibul Haul Artinya ? Tulisan Arab dan Makna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *