Transformasi digital di lingkungan madrasah membawa perubahan besar dalam tata kelola akademik. Saat ini, pengaturan kurikulum dan jadwal pelajaran tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem GTK yang terintegrasi. Sistem ini menuntut operator bekerja lebih cermat karena setiap data terhubung langsung dengan profil guru dan peserta didik.
Kesalahan dalam mengatur rombel atau jadwal bisa berdampak pada beban mengajar guru dan validasi data semester. Oleh karena itu, memahami langkah teknis pengaturan kurikulum hingga jadwal mengajar menjadi keterampilan wajib bagi operator madrasah.
Gambaran Umum Menu Kurikulum dan Jadwal di Emis GTK IMP Terbaru
Di dalam sistem GTK, seluruh pengelolaan kegiatan belajar mengajar berada dalam satu alur kerja:
-
Menentukan kurikulum
-
Membentuk rombongan belajar
-
Memasukkan siswa ke rombel
-
Membuat model jadwal
-
Mengisi jadwal mengajar guru
Semua tahapan ini saling berkaitan. Jika satu tahap belum selesai, maka tahap berikutnya tidak dapat berjalan optimal.
Tahap Awal Menentukan Kurikulum
Langkah pertama adalah memastikan kurikulum madrasah telah diaktifkan.
Masuk ke sistem menggunakan akun operator resmi, kemudian buka menu Kurikulum dan KBM. Pilih jenis kurikulum yang digunakan, misalnya Kurikulum Merdeka. Setelah yakin dengan pilihan tersebut, lakukan proses generate agar sistem menampilkan struktur mata pelajaran sesuai standar kurikulum.
Tahap ini menjadi pondasi utama karena seluruh jadwal pelajaran akan mengikuti struktur mapel yang dihasilkan.
Membuat Rombongan Belajar Secara Sistematis
Setelah kurikulum aktif, lanjutkan dengan membuat rombel.
Gunakan fitur import agar lebih cepat dan rapi. Unduh template rombel, lalu isi kolom yang tersedia seperti:
-
Nama kelas
-
Tingkat
-
Kapasitas maksimal
-
Identitas wali kelas
Perhatikan bahwa penulisan wali kelas harus menggunakan NIK, NIP, atau NRG yang sesuai dengan data referensi guru di sistem.
Setelah data lengkap, simpan file dan unggah kembali melalui menu import. Jika berhasil, rombel akan tampil lengkap dengan tingkat dan kuota siswa.
Memasukkan Data Siswa ke Dalam Kelas
Rombel yang sudah dibuat belum otomatis berisi siswa. Untuk itu perlu dilakukan import siswa berdasarkan NSN atau nomor induk.
Masuk ke detail rombel, pilih import siswa, lalu unduh template. Salin data siswa dari referensi yang tersedia agar tidak terjadi kesalahan pengetikan. Tempelkan pada template sesuai format yang diminta, kemudian simpan dan unggah kembali.
Lakukan langkah ini untuk setiap tingkat hingga seluruh siswa terdistribusi sesuai kelasnya. Setelah berhasil, sistem akan menampilkan jumlah siswa aktif dalam rombel tersebut.
Mengatur Model Jadwal Pelajaran
Sebelum mengisi jadwal mengajar guru, buat terlebih dahulu model jadwal.
Masuk ke menu Jadwal, pilih Tambah Model. Tentukan:
-
Nama jadwal
-
Jumlah maksimal jam per hari
-
Hari aktif dan hari libur
Model ini akan menjadi acuan dalam pengaturan jadwal mingguan.
Pastikan jumlah jam sesuai dengan struktur kurikulum agar distribusi mapel tidak melebihi batas yang ditentukan.
Cara Menginput Jadwal Mengajar di Emis GTK IMP
Terdapat dua pendekatan dalam pengisian jadwal.
Pertama, menggunakan template import jadwal. Cara ini membutuhkan ketelitian karena harus mengisi ID guru dan ID mata pelajaran, bukan nama. Data ID bisa ditemukan pada menu referensi sistem. Setelah file diisi lengkap sesuai hari, jam, dan rombel, unggah kembali melalui menu import.
Kedua, mengisi langsung per guru. Cara ini relatif lebih mudah. Pilih nama guru, klik tambah jadwal, lalu tentukan:
-
Kurikulum
-
Tingkat kelas
-
Rombel
-
Mata pelajaran
-
Hari dan jam mengajar
Centang jam sesuai pembagian yang telah disusun. Simpan perubahan dan pastikan total jam mengajar sesuai beban yang ditetapkan.
Metode ini lebih praktis karena tidak perlu memasukkan kode ID secara manual.
Evaluasi dan Pengecekan Akhir
Setelah seluruh jadwal dimasukkan, lakukan pengecekan ulang. Pastikan tidak ada bentrok jam, kelebihan beban mengajar, atau kelas yang belum memiliki jadwal.
Jika ditemukan kesalahan, gunakan fitur edit untuk memperbaiki tanpa harus mengulang dari awal. Pengecekan ini penting agar data valid dan tidak menimbulkan kendala saat sinkronisasi.
Kesimpulan
Mengatur kurikulum, rombongan belajar, hingga jadwal pelajaran di sistemEmis GTK IMP madrasah memerlukan alur kerja yang runtut. Dimulai dari pemilihan kurikulum, pembentukan rombel melalui template Excel, pengisian siswa, pembuatan model jadwal, hingga input jadwal mengajar, semua harus dilakukan secara teliti.
Dengan memahami setiap langkah secara menyeluruh, operator dapat memastikan data akademik tersusun rapi dan siap digunakan untuk kebutuhan administrasi maupun pelaporan. Penataan yang baik bukan hanya memudahkan pekerjaan, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di madrasah.




