DNS Kosong di E-Ijazah? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya!

DNS Kosong di E-Ijazah? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya!

Dalam proses digitalisasi pendidikan, salah satu inovasi penting dari Kemendikbudristek adalah e-Ijazah—ijazah dalam bentuk digital yang dikelola melalui sistem terintegrasi.

Namun, belakangan ini banyak operator sekolah kebingungan karena kolom DNS (Daftar Nomor Seri) pada sistem e-Ijazah masih kosong, terutama untuk jenjang SMA/SMK sederajat.

Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah ada kesalahan dalam penginputan data? Ataukah sistem sedang bermasalah? Berikut pembahasan lengkap berdasarkan informasi resmi dari operator madrasah.

Kenapa DNS Kosong di E-Ijazah?

Setelah dirilisnya fitur manajemen e-Ijazah, banyak operator sekolah mencoba login dan mulai mengecek menu-menu yang tersedia. Namun, yang menjadi perhatian adalah DNS masih kosong, bahkan ketika data siswa sudah valid.

Beberapa komentar muncul:

  • “Pak, SMA saya sudah muncul, tapi DNS masih kosong.”

  • “Kok belum bisa diisi ya?”

  • “Apakah ini error atau data saya yang salah?”

Ternyata, jawabannya cukup sederhana: sistem masih dalam tahap uji coba!

Menurut informasi yang dibagikan oleh operator sekolah melalui grup, Kemendikbudristek hanya meminta satuan pendidikan untuk mencoba mengakses dan memahami fitur-fitur dalam manajemen e-Ijazah. Tujuan utamanya adalah:

  • Menguji fungsionalitas sistem

  • Memberikan masukan jika ada kendala

  • Menyaring potensi kesalahan input atau sistem

Sistem e-Ijazah saat ini belum masuk ke tahap input DNS secara resmi. Jadi, meskipun menu e-Ijazah sudah bisa diakses dan jenjang sekolah sudah muncul, data DNS memang dibiarkan kosong sementara waktu.

Penting untuk dipahami bahwa semua data akan di-reset nantinya ketika masa uji coba selesai. Jadi, jangan terburu-buru melakukan input atau menyimpulkan terjadi kesalahan.

Tugas Operator Saat Ini

Alih-alih panik karena DNS kosong, operator justru dianjurkan fokus pada hal berikut:

  1. Akses sistem e-Ijazah dan pelajari menunya.

  2. Pahami alur kerja dan fungsi tiap menu.

    • Tidak perlu input data apa pun untuk saat ini.

    • Hanya perlu menjelajahi dan mengenal fitur-fitur yang tersedia.

  3. Pastikan siswa kelas akhir tidak masuk residu di VervalPD.

    • Cek data siswa kelas 6, 9, dan 12.

    • Segera perbaiki jika ada yang belum valid atau masih berada di menu residu.

    • Ini adalah bagian penting agar nantinya data bisa sinkron dengan DNS.

Catatan Tambahan

  • Proses input DNS hanya bisa dilakukan setelah sistem resmi dirilis (bukan uji coba).

  • Jika DNS kosong, itu bukan error sistem atau kesalahan operator.

  • Update resmi terkait jadwal input dan finalisasi DNS akan diinformasikan melalui edaran resmi dari Kemendikbudristek.

  • Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa sekolah belum terdaftar hanya karena DNS belum muncul.

Kesimpulan

DNS kosong pada e-Ijazah bukan masalah teknis, melainkan karena sistem masih dalam tahap uji coba. Operator sekolah hanya diminta untuk login, mengecek, dan memahami menu. Tugas penting saat ini adalah memastikan tidak ada siswa kelas akhir yang masuk dalam menu residu di VervalPD.

Tetap tenang, sabar, dan ikuti perkembangan informasi dari Kemendikbudristek atau forum resmi operator sekolah. Jangan lupa untuk rutin mengecek laman e-Ijazah dan update terbaru!

Baca Juga  OPS Wajib Tahu! Persiapan Krusial Sebelum Cut Off Dapodik 30 Juni 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *