Salah satu keunggulan Doodstream adalah kamu tidak perlu jago editing video. Bahkan, strategi yang digunakan dalam video referensi adalah reupload video dari YouTube atau media sosial lainnya. Namun, ada satu kunci penting: kategori video harus tepat sasaran.
Apa maksudnya?
Kamu tidak bisa asal reupload video sembarangan. Harus pilih video yang disukai penonton baik dalam negeri maupun luar negeri, karena mereka adalah target utama dari klik yang menghasilkan uang lebih besar.
Berikut langkah-langkah memilih dan unggah video:
-
Pilih video yang “manusiawi” dan relatable, seperti:
-
Video yang sedang viral di tiktok atau twitter X seperti joget-joget viral, video lucu dan lain-lain.
-
Video hewan lucu
-
Eksperimen sederhana
-
Momen unik dari berbagai negara
- dan lain-lain
-
-
Jangan terlalu pendek atau terlalu panjang. Cari durasi menengah (1–5 menit) agar penonton tidak cepat bosan tapi tetap tertarik menonton sampai habis.
-
Walaupun Doodstream tidak seperti YouTube, judul tetap penting agar penonton mau mengklik link-nya.
Apakah Doodstream Aman?
Aman atau tidaknya doodstream sebenarnya tergantung dari orang yang membagikan file atau video yang di upload. Selagi kamu mengupload konten yang aman dan tidak melanggar hak cipta tentu aman dan tidak akan ada pembatasan.
Jika Anda Mengunggah ulang video dari YouTube tentu punya risiko hak cipta jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Maka, kamu bisa:
-
Pilih video dari sumber bebas lisensi seperti Creative Commons
-
Edit sedikit (potong bagian tertentu, tambah teks, dll)
-
Fokus pada video umum yang tidak memuat wajah/identitas tertentu
Demikian informasi kenapa Doodstream Viral di Tiktok dan X yang dapat kami sampaikan. Jadi pada intinya kenapa banyak netizen yang membagikan link doodstream untuk upload video viral, karena mereka ingin mendapatkan keuntungan dari penonton. Semakin banyak yang nonton videonya maka semakin besar keuntungan yang diperolehnya.





