Akhir tahun pendidikan selalu diwarnai dengan berbagai agenda evaluasi yang harus dituntaskan oleh sekolah. Salah satu yang menjadi perhatian utama pada tahun ini adalah Survei Akhir Tahun Penguatan Karakter 2025. Survei ini mendapatkan perpanjangan waktu pengisian dan ditekankan sebagai kewajiban yang tidak dapat ditunda.
Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Data hasil survei akan digunakan sebagai bahan penilaian rapor pendidikan yang menggambarkan kondisi karakter dan budaya sekolah. Artinya, kualitas pengisian akan memengaruhi citra dan evaluasi satuan pendidikan secara keseluruhan.
Sayangnya, masih ada sekolah yang belum memahami alur teknis pengisian sehingga berpotensi mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, pemahaman yang menyeluruh menjadi kunci agar kewajiban ini dapat diselesaikan dengan baik.
Gambaran Umum Survei Akhir Tahun 2025
Survei Penguatan Karakter 2025 ditujukan untuk seluruh jenjang pendidikan formal mulai dari TK hingga SMK serta SLB. Instrumen survei dirancang untuk menggali sejauh mana nilai-nilai karakter diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Selain survei utama, sebagian sekolah juga akan mendapatkan survei tambahan yang muncul otomatis saat login. Kehadiran survei ini bergantung pada pemilihan acak oleh sistem nasional, sehingga tidak semua sekolah mendapatkannya.
Survei dilakukan secara daring dan menggunakan sistem kode unik agar data tetap terjaga serta hanya dapat diakses oleh peserta yang ditunjuk.
Siapa Saja yang Mengisi Survei
Pengisian survei melibatkan dua kelompok utama. Kelompok pertama adalah pimpinan sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru terkait. Mereka mengisi survei secara bersama-sama menggunakan satu kode unik khusus.
Kelompok kedua adalah murid atau orang tua murid. Untuk peserta didik kelas atas, pengisian dilakukan langsung oleh siswa. Sementara itu, untuk jenjang TK, SD kelas awal, dan SLB, peran pengisian diwakili oleh orang tua murid. Seluruh peserta dipilih secara acak, sehingga sekolah tidak dapat menentukan sendiri siapa yang mengisi.
Tugas Operator Sekolah dalam Pengelolaan Survei
Operator sekolah bertanggung jawab untuk membuka sistem survei dan melakukan pengecekan data peserta. Setelah masuk ke laman survei, operator login menggunakan akun Verval yang telah terhubung dengan sistem data pendidikan nasional.
Setelah berhasil masuk, operator akan mendapatkan tampilan dashboard berisi kode pengisian untuk kepala sekolah dan daftar siswa yang wajib mengisi. Informasi ini mencakup nama siswa, kelas, serta status pengisian yang akan diperbarui secara otomatis.
Agar lebih mudah dalam koordinasi, operator dapat menyalin daftar peserta ke dalam format tabel dan membagikannya kepada wali kelas atau pihak terkait.
Strategi Pelaksanaan Pengisian di Sekolah
Pelaksanaan survei sebaiknya dilakukan secara terjadwal dan serentak. Sekolah dapat menentukan satu hari khusus untuk pengisian agar mudah dikontrol. Penggunaan perangkat fleksibel diperbolehkan, baik komputer sekolah maupun gawai pribadi.
Hal terpenting adalah memastikan peserta mendapatkan kode unik yang benar sesuai perannya. Operator juga perlu memberikan arahan singkat agar peserta tidak mengalami kebingungan saat membuka formulir.
Tutorial Pengisian Survei Secara Bertahap
Langkah pertama pengisian survei adalah membuka laman survei melalui browser. Peserta kemudian memilih menu isi survei sekarang tanpa perlu login akun.
Selanjutnya, peserta memasukkan kode unik yang telah diberikan. Kode ini berfungsi sebagai kunci akses untuk menampilkan daftar nama peserta di sekolah tersebut. Setelah nama muncul, peserta memilih identitas yang sesuai dan melakukan konfirmasi data.
Tahap berikutnya adalah menjawab seluruh pertanyaan survei dengan jujur dan cermat. Setiap halaman harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Setelah semua pertanyaan dijawab, peserta mengirimkan survei dan memastikan notifikasi pengiriman berhasil muncul.
Pemantauan Hasil dan Penyelesaian Akhir
Setelah pengisian berlangsung, operator sekolah kembali berperan dalam memantau progres. Dashboard pemantauan menampilkan persentase pengisian yang harus mencapai angka penuh.
Jika masih terdapat peserta yang belum mengisi, operator dapat segera melakukan tindak lanjut. Penyelesaian survei secara menyeluruh menjadi indikator kepatuhan sekolah terhadap kebijakan evaluasi nasional.
Kesimpulan
Pengisian Survei Akhir Tahun Penguatan Karakter 2025 bukan sekadar tugas administratif, melainkan bagian penting dari evaluasi mutu pendidikan. Dengan memahami alur pengisian, peran masing-masing pihak, serta strategi pelaksanaan yang tepat, sekolah dapat menyelesaikan survei dengan lancar dan tepat waktu. Kedisiplinan dalam pengisian akan memberikan dampak positif terhadap rapor pendidikan dan citra sekolah di tingkat nasional.





