News  

Parera Viral VCS 11 Menit dengan Sultan Malaysia, Link Rekaman Asli Mulai Jadi Sorotan!

Parera Viral VCS 11 Menit dengan Sultan Malaysia, Link Rekaman Asli Mulai Jadi Sorotan!

Nama Parera awalnya hanya dikenal sebagai salah satu TikToker dengan konten ringan dan visual yang menarik. Namun dalam beberapa waktu terakhir, sosok ini mendadak viral setelah potongan video dan foto dirinya tersebar luas di TikTok dan Twitter.

Parera kerap tampil dengan gaya sederhana, namun ekspresi wajah dan pose yang ditampilkan justru terasa berbeda. Banyak netizen menilai kontennya memiliki ciri khas yang sulit ditiru. Dari sinilah berbagai versi video Parera bermunculan, mulai dari versi editan lucu hingga versi yang menampilkan dirinya dengan penampilan berbeda seperti berhijab maupun tanpa kerudung.

Fenomena ini membuat publik semakin penasaran, terlebih ketika muncul kabar adanya video Parera yang tidak banyak dimiliki orang.

Alasan Video Parera Cepat Viral dan Menarik Perhatian

Salah satu pemicu utama viralnya Parera adalah kecantikannya yang dianggap natural dan tidak berlebihan. Selain itu, durasi video yang singkat namun mampu meninggalkan kesan kuat membuat banyak orang terus membicarakannya.

Di sisi lain, muncul klaim bahwa terdapat video Parera dengan durasi tidak biasa, termasuk versi 11 menit yang jarang beredar di ruang publik. Klaim ini langsung menyulut rasa ingin tahu netizen, terutama karena disebut-sebut hanya orang tertentu yang memilikinya.

Ditambah lagi, adanya isu blunder dalam salah satu video membuat cerita ini semakin menarik. Meski belum jelas detail blunder tersebut, kabar ini sudah cukup untuk membuat topik Parera terus diperbincangkan.

Kronologi Video Call dengan Sosok Mengaku Sultan Malaysia

Cerita semakin berkembang ketika muncul versi video call Parera dengan seseorang yang mengaku Sultan Malaysia. Rekaman ini diduga berasal dari tangkapan layar yang direkam secara diam-diam oleh pihak lawan bicara.

Baca Juga  Hermawan Rudiansyah Akhirnya terpilih Jadi Kades Buniwangi Dalam pemilihan Kepala Desa Buniwangi Antar waktu.

Dalam rekaman tersebut, Parera tampak santai dan komunikatif. Ia beberapa kali mengubah posisi tubuh, mendekat ke kamera, dan terlihat tersenyum. Hal ini memunculkan dugaan bahwa Parera tidak menyadari sedang direkam.

Sosok pria yang mengaku sultan tidak memperlihatkan wajahnya. Ia hanya menampilkan jari tangan di layar, yang justru menambah misteri. Beberapa netizen menduga ada tantangan tertentu yang diberikan kepada Parera selama video call berlangsung, meski hal ini masih sebatas spekulasi.

Seiring viralnya kabar tersebut, pencarian link video asli Parera full 11 menit pun meningkat drastis. Banyak akun mengaku memiliki rekaman lengkap dan menawarkan akses melalui pesan pribadi atau tautan tertentu.

Namun, sebagian besar tautan tersebut ternyata palsu. Ada yang hanya berisi video singkat, ada pula yang mengarahkan ke konten tidak relevan, bahkan berpotensi merugikan pengguna.

Sampai saat ini, belum ada bukti kuat bahwa video call Parera berdurasi 11 menit tersedia secara resmi dan aman untuk publik. Mayoritas konten yang beredar hanyalah potongan video yang telah diedit atau dipotong dari versi aslinya.

Bagi yang ingin mengikuti perkembangan viral Parera, langkah paling aman adalah memantau platform utama seperti TikTok secara langsung. Hindari mengklik link yang dibagikan akun tidak dikenal, terutama yang menjanjikan akses eksklusif.

Jangan tergiur dengan tawaran video berbayar atau link rahasia, karena berisiko penipuan. Selain itu, penting untuk menyadari bahwa menyebarkan atau menonton rekaman pribadi tanpa izin dapat melanggar etika dan hukum.

Lebih baik fokus pada konten resmi yang memang dibagikan secara terbuka oleh kreatornya sendiri.

BACA JUGA: Link Video Parera Viral di TikTok dan X, Disebut Blunder 11 Menit yang Jarang Dimiliki Orang

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian sampaikan Rencana Jadwal Pelantikan Kepala Daerah

Kesimpulan

Kasus viral Parera dan isu video call 11 menit dengan sosok yang mengaku Sultan Malaysia menunjukkan bagaimana rasa penasaran publik dapat dengan cepat membesar di media sosial. Hingga kini, keberadaan link video asli belum dapat dipastikan kebenarannya. Netizen diharapkan tetap bijak, tidak mudah percaya pada klaim sepihak, serta menjaga keamanan dan etika dalam mengonsumsi konten viral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *