Banyak guru lulusan PPG yang merasa lega ketika akhirnya melihat NRG muncul di Info GTK. Namun rasa lega itu sering berubah menjadi tanda tanya saat muncul istilah SIMTUN dan KSG dengan status belum valid. Situasi ini memunculkan beragam asumsi, mulai dari takut data bermasalah hingga khawatir tunjangan tidak bisa cair.
Padahal, kemunculan istilah-istilah tersebut justru menandakan bahwa proses administrasi sedang berjalan. Untuk memahami posisinya, guru perlu mengenal fungsi masing-masing komponen dalam sistem sertifikasi dan tunjangan.
NRG sebagai Identitas Profesional Guru
Nomor Registrasi Guru merupakan identitas resmi yang diberikan kepada guru yang telah lulus sertifikasi pendidik. Nomor ini bersifat unik dan melekat secara permanen pada guru yang bersangkutan. Dengan adanya NRG, status guru sebagai tenaga profesional diakui oleh sistem nasional.
NRG juga menjadi penghubung antara kelulusan PPG dengan sistem tunjangan. Tanpa NRG, guru tidak dapat masuk ke tahap administrasi tunjangan profesi.
KSG sebagai Penerbit NRG
KSG atau Konsorsium Sertifikasi Guru memiliki tugas utama mengelola proses sertifikasi. Setelah PPG selesai dan guru dinyatakan lulus, data kelulusan tidak langsung berubah menjadi NRG. Data tersebut terlebih dahulu diverifikasi oleh KSG untuk memastikan semua persyaratan telah dipenuhi.
Setelah proses verifikasi selesai, KSG menerbitkan NRG dan mendistribusikannya melalui sistem digital. Proses ini dilakukan secara terpusat dan tidak memerlukan input manual dari guru.
SIMTUN dan Fungsinya dalam Tunjangan Guru
SIMTUN adalah sistem yang mengelola data tunjangan profesi guru. Sistem ini digunakan untuk memastikan bahwa NRG yang diterbitkan benar-benar tercatat dan dapat digunakan sebagai dasar administrasi tunjangan.
Dalam SIMTUN, data NRG akan dipadukan dengan data lain seperti beban kerja, keaktifan mengajar, dan status kepegawaian. Semua data tersebut akan menjadi bahan penilaian dalam penerbitan SKTP.
Mengapa Status SIMTUN Masih Menunggu Validasi
Status menunggu validasi yang muncul di Info GTK sering kali disalahartikan sebagai masalah. Padahal, ini menunjukkan bahwa data masih dalam proses sinkronisasi antara KSG dan SIMTUN. Proses ini membutuhkan waktu karena melibatkan verifikasi berlapis di tingkat pusat dan daerah.
Selama data NRG sudah muncul, guru tidak perlu melakukan tindakan tambahan. Validasi akan berjalan otomatis sesuai jadwal sistem.
Hubungan Kode Bidang Studi dengan SIMTUN
Selain NRG, Info GTK juga menampilkan kode bidang studi. Kode ini menunjukkan rumpun mata pelajaran yang diakui sesuai sertifikasi. Data ini berasal dari KSG dan akan sama persis saat masuk ke SIMTUN.
Kesalahan pemahaman terhadap kode bidang studi dapat menyebabkan guru mengira datanya bermasalah, padahal sistem hanya sedang menunggu sinkronisasi penuh.
Pentingnya Sinkronisasi Data
Sinkronisasi antara KSG dan SIMTUN menjadi kunci kelancaran pencairan tunjangan profesi. Jika data tidak sinkron, proses administrasi bisa tertunda. Oleh karena itu, sistem dirancang agar data yang diterbitkan oleh KSG langsung menjadi acuan utama di SIMTUN.
Guru cukup memastikan bahwa data pribadi dan sertifikasi tidak berubah selama proses berlangsung.
BACA JUGA: Lulusan PPG 2025 Mulai Terima NRG, Ini Penjelasan Lengkap Syarat TPG Cair
Kesimpulan
SIMTUN, NRG, dan KSG adalah bagian dari satu alur yang saling terhubung. KSG menerbitkan NRG sebagai bukti kelulusan sertifikasi, sementara SIMTUN mengelola NRG tersebut untuk keperluan tunjangan profesi. Status belum valid bukan tanda masalah, melainkan proses yang masih berjalan. Dengan memahami fungsi masing-masing, guru dapat menghadapi proses ini dengan lebih tenang dan terarah.





