Sarana dan Prasarana (Sarpras) merupakan salah satu komponen penting dalam pendataan Dapodik yang mencerminkan kondisi fisik dan fasilitas pendukung di setiap satuan pendidikan.
Pada versi Dapodik 2026, sistem semakin ketat dalam melakukan validasi, sehingga banyak sekolah mengalami status INVALID pada bagian data sarpras. Kondisi ini tentu harus segera diatasi agar data sekolah dinyatakan VALID dan tidak menghambat proses administrasi lainnya seperti BOS, akreditasi, atau pelaporan ke kementerian.
Status invalid ini umumnya muncul karena ketidaksesuaian data, ketidaklengkapan informasi, atau belum dilakukan pemutakhiran data pada bagian Tanah, Bangunan, Ruang, dan Alat. Oleh karena itu, pemahaman cara memperbaiki, menambah, mengubah, dan menghapus data sarpras menjadi hal yang sangat penting bagi para operator sekolah.
Invalid Sarpras Dapodik 2026
1. Solusi Cepat Menghapus Status Invalid Sarpras
Jika tidak ada perubahan fisik sarana dan prasarana dari tahun sebelumnya, operator bisa menggunakan metode salin data periodik sebagai solusi cepat:
-
Masuk ke menu Sarpras di aplikasi Dapodik.
-
Klik Tanah dan Bangunan.
-
Pilih menu Tanah, lalu klik tombol Aksi dan pilih Salin Data Periodik.
-
Konfirmasi dengan memilih “Ya”, lalu tunggu proses selesai.
-
Kembali ke menu Validasi Lokal, lakukan refresh, dan status invalid biasanya akan hilang.
Metode ini hanya disarankan jika memang tidak ada perubahan data dari tahun sebelumnya. Namun, untuk menjaga kualitas data, tetap disarankan memverifikasi ulang kondisi riil sarpras di lapangan.
2. Cara Perbaikan Detail Data Tanah dan Bangunan
Jika terjadi perubahan, langkah perbaikannya dilakukan manual sebagai berikut:
-
Buka menu Tanah dan Bangunan.
-
Pada menu Tanah, klik data yang ingin diperbarui, lalu tekan tombol Ubah.
-
Ubah informasi seperti luas, status kepemilikan, dan lain-lain sesuai kondisi aktual.
-
Lanjutkan ke menu Bangunan, ubah data bangunan jika terdapat perubahan tahun berdiri, luas bangunan, tingkat kerusakan, atau status penggunaannya.
-
Jika bangunan sudah tidak digunakan, bisa dihapus atau diperbarui statusnya.
Pastikan semua perubahan disimpan dengan benar sebelum melanjutkan ke validasi lokal.
3. Menambah Ruang Baru di Sekolah
Untuk sekolah yang memperoleh tambahan ruang baru, seperti ruang kelas, laboratorium, atau perpustakaan, langkahnya adalah:
-
Masuk ke menu Ruang.
-
Klik Tambah, kemudian pilih jenis ruang sesuai kebutuhan (misal: Ruang Kelas).
-
Pilih bangunan tempat ruang tersebut berada. Jika belum ada, tambahkan data bangunan terlebih dahulu di menu Bangunan.
-
Lengkapi data seperti panjang, lebar, dan status kepemilikan ruang.
Semua data yang ditambahkan akan mempengaruhi total validasi sarpras, maka harus diisi sesuai fakta.
4. Menambah atau Mengubah Data Alat
Alat-alat di sekolah seperti meja, kursi, papan tulis, soket listrik, dan lainnya juga harus diperbarui secara berkala. Berikut langkah-langkahnya:
-
Masuk ke menu Alat.
-
Pilih ruang tempat alat tersebut berada (misalnya: Ruang Kelas atau Ruang Kantor).
-
Untuk menambah alat baru:
-
Klik Tambah, cari nama alat (misal: soket listrik), isi spesifikasi dan klik Simpan.
-
Setelah alat ditambahkan, klik Aksi Periodik, lalu isi jumlah alat, kondisi (baik/rusak), dan simpan.
-
-
Untuk mengubah jumlah atau kondisi alat:
-
Masuk ke Aksi Periodik, ubah jumlah sesuai kenyataan (misal: 36 meja, semua dalam kondisi baik), lalu simpan.
-
5. Menghapus Data Alat yang Sudah Tidak Ada
Jika ada alat yang sudah rusak parah, hilang, atau tidak digunakan lagi, berikut cara penghapusannya:
-
Buka menu Alat, lalu pilih ruang dan alat yang ingin dihapus.
-
Klik Aksi, kemudian pilih Hapus Pembukuan Alat.
-
Isi alasan penghapusan seperti “Koreksi Data” atau “Dipindah Tangankan”.
-
Tentukan tanggal penghapusan dan klik Simpan.
Hindari menggunakan tombol hapus merah untuk data lama karena hanya cocok untuk data yang baru saja ditambahkan.
6. Validasi Ulang Setelah Perubahan Data
Setelah melakukan penambahan, pengubahan, atau penghapusan data:
-
Masuk ke menu Validasi Lokal.
-
Klik Refresh untuk memperbarui status data.
-
Jika semua langkah dilakukan dengan benar, status INVALID akan hilang dan berubah menjadi VALID.
Proses validasi ini harus dilakukan setiap kali ada perubahan pada data sarpras untuk memastikan bahwa semua pembaruan telah tersimpan dan terverifikasi sistem.
Kesimpulan
Data sarana dan prasarana dalam aplikasi Dapodik 2026 harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Mengatasi status invalid tidak sekadar soal menekan tombol salin data, tetapi juga memerlukan ketelitian dalam memperbarui informasi tentang tanah, bangunan, ruang, dan alat yang digunakan di sekolah.
Dengan memanfaatkan fitur tambah, ubah, dan hapus secara tepat, operator sekolah dapat memastikan bahwa data yang dikirimkan ke pusat adalah data yang akurat, terkini, dan valid.
Proses ini memang membutuhkan perhatian, tetapi sangat penting demi kelancaran administrasi pendidikan dan pengambilan kebijakan yang berbasis data. Lakukan validasi secara berkala agar tidak ada penumpukan masalah di akhir tahun pelaporan.











