Setiap tahun ajaran baru, operator sekolah dihadapkan pada tugas penting dalam pengelolaan data peserta didik melalui aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Salah satu tugas utama yang harus segera dilakukan adalah pembuatan rombongan belajar (rombel) untuk siswa baru, baik itu kelas 1 SD, kelas 7 SMP, maupun kelas 10 SMA/SMK.
Di Dapodik 2026, proses ini mengalami sedikit perubahan dibandingkan versi sebelumnya, khususnya dalam penyesuaian regulasi daya tampung, alur tarik data siswa, hingga penempatan siswa dalam rombel. Hal ini kerap menimbulkan kebingungan, terutama bagi operator pemula maupun sekolah yang baru beralih ke sistem ini. Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap untuk membantu operator sekolah memahami dan menjalankan proses pembuatan rombel siswa baru secara tepat dan efektif.
Alur Umum Pembuatan Rombel Siswa Baru di Dapodik 2026
Sebelum memulai, penting untuk memahami bahwa proses pembuatan rombel baru tidak dapat dilakukan sembarangan. Terdapat langkah-langkah yang harus diikuti secara sistematis agar data terekam dengan baik dalam sistem Dapodik. Berikut adalah alur umum yang harus diikuti:
-
Tarik Data Siswa Baru
-
Buat Rombel Baru
-
Masukkan Siswa ke dalam Rombel
-
Ulangi Proses Jika Ada Siswa Baru Lain
-
Isi Data Pembelajaran
Cara Membuat Rombel untuk Siswa Baru di Dapodik 2026
1. Tarik Data Siswa Baru
Langkah pertama dan wajib dilakukan sebelum membuat rombel adalah melakukan penarikan data siswa baru. Terdapat dua jenis proses penarikan data tergantung pada latar belakang siswa:
-
Jika siswa sudah pernah terdata di Dapodik (misalnya melalui jenjang sebelumnya seperti TK, PAUD, atau RA), maka penarikannya dilakukan melalui fitur Tarik Peserta Didik di laman SP Data Dik.
-
Jika siswa belum pernah masuk Dapodik sebelumnya, seperti siswa SD yang tidak berasal dari TK atau PAUD, maka bisa langsung diinput secara manual melalui aplikasi Dapodik.
Pastikan minimal sudah ada satu siswa di dalam daftar Dapodik sebelum mulai membuat rombel.
2. Cek Daya Tampung (Khusus Sekolah Negeri)
Sebelum melanjutkan ke pembuatan rombel, sekolah negeri wajib memperhatikan ketentuan daya tampung sesuai SK dari Dinas Pendidikan. Daya tampung ini menentukan jumlah maksimal siswa per rombel:
-
SD: maksimal 28 siswa per rombel
-
SMP: maksimal 32 siswa per rombel
-
SMA/SMK: maksimal 36 siswa per rombel
Dalam kondisi tertentu, dinas bisa menetapkan daya tampung lebih dari standar, misalnya 40 siswa per rombel untuk SD, tergantung kebijakan daerah.
Sekolah swasta tidak terikat daya tampung, namun disarankan mengikuti prosedur yang sama demi keteraturan data.
3. Membuat Rombel Baru
Setelah memastikan data siswa baru sudah masuk ke Dapodik, langkah selanjutnya adalah membuat rombel:
-
Pilih menu Rombongan Belajar
-
Klik Tambah Rombel
-
Tentukan tingkat kelas (misalnya kelas 1, 7, atau 10)
-
Tentukan wali kelas dan ruangan
-
Klik Simpan
Disarankan membuat satu rombel terlebih dahulu, walaupun sekolah memiliki daya tampung lebih dari satu rombel. Hal ini untuk mempermudah proses pengelompokan siswa.
4. Memasukkan Siswa ke Dalam Rombel
Setelah rombel berhasil dibuat, masuk ke menu Anggota Rombel. Di sini akan muncul daftar siswa baru yang telah ditarik sebelumnya. Lakukan proses penempatan siswa ke dalam rombel yang sudah dibuat. Pastikan jumlah siswa sesuai dengan daya tampung.
Jika semua siswa belum tertampung dalam satu rombel, ulangi proses:
-
Tambah rombel baru
-
Masukkan sisa siswa ke rombel berikutnya
-
Lanjutkan hingga semua siswa tertampung
5. Isi Data Pembelajaran
Langkah terakhir adalah mengisi pembelajaran dalam rombel baru sesuai dengan struktur kurikulum. Gunakan acuan dari Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025:
-
Tentukan mata pelajaran
-
Tentukan guru pengajar
-
Masukkan nomor SK dan tanggal SK
-
Tentukan jumlah jam mengajar
-
Klik Simpan
Jika data pembelajaran tidak diisi, maka akan muncul invalid saat sinkronisasi data.
Tips Tambahan untuk Operator Sekolah
-
Jangan tergesa-gesa menginput siswa yang belum muncul akibat keterlambatan kelulusan dari jenjang sebelumnya. Tunggu hingga data tersedia agar tidak terjadi data ganda.
-
Lakukan validasi berkala untuk memastikan tidak ada isian yang salah atau tidak lengkap.
-
Gunakan fitur tarik data secara berkala agar pembaruan data siswa dapat segera terlihat di aplikasi Dapodik.
-
Simpan progres secara rutin agar tidak kehilangan data ketika terjadi gangguan teknis.
Penutup
Pembuatan rombel untuk siswa baru di Dapodik 2026 bukan hanya sekadar tugas administratif, tetapi juga krusial dalam mendukung keberlangsungan sistem pendidikan nasional yang akurat dan terintegrasi. Dengan mengikuti panduan ini, operator sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih mudah dan terstruktur.
Semoga panduan ini bermanfaat dan dapat membantu semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan Dapodik. Jika masih terdapat kendala, disarankan untuk terus mengikuti pembaruan dari pusat atau forum operator yang relevan.











