Mulai tahun ajaran 2025/2026, pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 telah resmi menetapkan mapel pilihan baru yaitu Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penerapan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi global dan kebutuhan keterampilan abad 21.
Mapel ini tidak bersifat wajib, melainkan pilihan yang bisa diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi syarat, baik dari segi sumber daya manusia maupun sarana prasarana.
Tujuan Dimasukkannya Mapel Coding dan AI
-
Mengenalkan dasar-dasar logika dan algoritma sejak dini, terutama bagi peserta didik di jenjang SD.
-
Membangun kecakapan berpikir kritis dan logis, yang merupakan fondasi dari pemrograman dan AI.
-
Mengembangkan keterampilan digital dan teknologi abad 21, agar peserta didik mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dunia kerja.
-
Mempersiapkan generasi yang melek teknologi, yang dapat menjadi inovator di masa depan.
Penerapan Mapel Coding dan AI Berdasarkan Jenjang
-
SD: Berfokus pada pengenalan pola logika dan konsep dasar melalui permainan edukatif visual.
-
SMP: Mulai belajar coding dasar dan pengenalan AI sederhana.
-
SMA/SMK: Implementasi dan pengembangan program serta pemanfaatan AI dalam konteks kehidupan nyata.
Syarat Pelaksanaan Mapel Coding dan AI
Agar bisa diterapkan di Dapodik, sekolah harus memenuhi syarat berikut:
-
Tersedianya guru yang kompeten dalam bidang coding atau AI.
-
Adanya minat peserta didik terhadap mapel ini.
-
Mapel dicantumkan sebagai mapel pilihan, bukan mapel wajib.
-
Pelaksanaan dapat dilakukan bertahap, mulai dari kelas rendah ke atas.
-
Sarana dan prasarana yang memadai, seperti komputer, internet, dan ruang pembelajaran yang mendukung.
Tantangan dalam Implementasi
-
Keterbatasan guru yang kompeten dalam bidang teknologi informasi.
-
Minimnya sarana dan prasarana di beberapa daerah seperti komputer, jaringan internet, dan perangkat lunak.
-
Ketimpangan kesiapan antar sekolah, terutama antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Solusi yang Dapat Diterapkan
-
Pelatihan guru secara bertahap oleh lembaga pendidikan.
-
Kolaborasi dengan komunitas IT dan lembaga eksternal untuk mentoring atau pembinaan.
-
Penerapan bertahap dengan kegiatan sederhana terlebih dahulu.
-
Pendekatan berbasis proyek (project-based learning) yang menyesuaikan dengan kemampuan sekolah.
Cara Input Mapel Coding dan AI di Dapodik 2026
Berikut langkah-langkah teknis untuk memasukkan mapel Coding dan AI ke dalam sistem Dapodik versi 2026:
-
Pastikan sudah ada rombel untuk jenjang kelas yang akan diberikan mapel Coding (misalnya kelas 10 untuk SMK, kelas 7 untuk SMP, atau kelas 4 ke atas untuk SD).
-
Masuk ke menu Rombongan Belajar, lalu pilih rombel reguler.
-
Klik pada tab Pembelajaran, kemudian klik “Tambah”.
-
Pilih jenis mapel sebagai “Mapel Pilihan”.
-
Pilih Mapel Coding dan AI dari daftar mapel yang tersedia.
-
Masukkan data pengajaran, seperti:
-
Nama guru pengajar
-
Nomor dan tanggal SK mengajar (misalnya: 225/SMK/07/2025)
-
Jumlah jam mengajar (maksimal 2 jam per minggu)
-
-
Klik “Simpan dan Tutup”.
Setelah proses ini, mapel Coding dan AI akan terdaftar secara resmi dalam rombel dan bisa dilanjutkan ke proses penjadwalan dan input kehadiran pembelajaran.
Catatan Penting
-
Karena merupakan mapel pilihan, tidak semua sekolah diwajibkan untuk menginput Coding dan AI jika belum memiliki guru yang sesuai atau belum siap sarana dan prasarana.
-
Sampai saat ini, linearitas guru mapel Coding dan AI untuk kebutuhan info GTK belum ditentukan secara resmi, sehingga perlu menunggu regulasi selanjutnya dari pihak berwenang.
-
Untuk sekolah dasar, perlu dicek apakah mapel pilihan tersebut muncul di kelas tertentu pada aplikasi Dapodik, karena bisa saja hanya tersedia mulai kelas tertentu saja (misalnya kelas 4 ke atas).
Penutup
Penerapan mapel Coding dan AI dalam Dapodik 2026 merupakan langkah penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi era digital. Namun, implementasinya perlu disesuaikan dengan kesiapan sekolah. Dengan panduan ini, diharapkan para operator sekolah dan pendidik dapat memahami serta melaksanakan input mapel ini secara tepat sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Jika masih mengalami kendala teknis atau regulatif, disarankan untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan dari instansi terkait dan aktif dalam forum atau komunitas operator sekolah.











