Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Latih Lansia Solok Lawan Penyakit Tidak Menular Lewat Senam Low Impact

“Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Latih Lansia Solok Lawan Penyakit Tidak Menular Lewat Senam Low Impact”

Kota Solok_Detikpost.com..lll..Tiga dosen Program Studi D3 Keperawatan Solok, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang. Menggelar program pengabdian kepada masyarakat berupa intervensi Senam Low Impact, bagi lansia penderita penyakit tidak menular (PTM) di wilayah kerja Puskesmas Nan Balimo, Tanjung Harapan Kota Solok.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Aini Yusra, Sp.Kep., M.B, selaku ketua tim pengabdi, bersama dua anggota, yakni Syahrum, S.Pd., M.Kes dan Tintin Sumarni, S.Kp., M.Kep. “Pelaksanaan Program berlangsung selama 13 minggu, mulai dari 30 Maret hingga 11 Juli 2026 lalu. Program ini berhasil menurunkan sejumlah faktor risiko PTM secara bermakna pada peserta”ujar Dr. Aini Yusra pada media ini Kamis (20/08).

Aini Yusra menyatakan, Program ini melibatkan 30 orang lansia berusia 60 tahun ke atas, yang terdaftar sebagai klien PTM di Puskesmas Nan Balimo Kota Solok. Program ini dilaksanakan dengan setidaknya satu faktor risiko seperti hipertensi, kadar gula darah tinggi, kelebihan berat badan, atau kolesterol tinggi bisa teratasi secara perlahan.

Ia mengatan, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas selama ini menjadi penyumbang utama angka kesakitan dan kematian, baik secara global maupun nasional. Di sisi lain, partisipasi lansia dalam aktivitas fisik masih tergolong rendah, salah satunya karena kekhawatiran bahwa berolahraga justru dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Kondisi inilah yang mendorong tim dosen menghadirkan Senam Low Impact, yaitu bentuk olahraga ringan berintensitas rendah yang dinilai aman bagi lansia dan penderita penyakit kronis,” sebutnya.

Lebih jelas dipaparkanya, Alhamdulillah program yang dilaksanakan di Kelurahan Nan Balimo ini, selama program berjalan, peserta mengikuti senam bersama setiap hari Sabtu sebanyak 13 kali pertemuan, dengan durasi sekitar 30–45 menit per sesi. Yang dipandu instruktur senam bersertifikat serta didampingi tim dosen dan tenaga kesehatan Puskesmas.

Baca Juga  Wabup Solok Apresiasi Tablig Akbar Warnai Milad ke- 393 Nagari Paninjauan

Lalu kata Aini Yusra, untuk menseterilkanya, luar jadwal tersebut, peserta juga dianjurkan melakukan latihan mandiri dua kali per minggu. Dengan pelaksanaannya dipantau melalui buku kontrol peserta. Edukasi kesehatan mengenai pentingnya dan keamanan aktivitas fisik bagi penderita PTM turut diberikan sepanjang program.

“Untuk mengukur efektivitas program, tim pengabdi melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum (pre-test), dan sesudah (post-test) intervensi, meliputi tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, gula darah puasa, dan kolesterol total,”sebut Aini Yusra.

Ia menyebut, dari program yang telah dilaksanakan, menunjukan hasil analisis statistik menunjukkan penurunan yang bermakna pada berat badan, IMT, lingkar perut, gula darah puasa, dan kolesterol total, dengan besar pengaruh (effect size) yang tergolong besar pada seluruh variabel tersebut.

Maka hasilnya secara rinci, rata-rata berat badan peserta turun dari 57,4 kg menjadi 54,7 kg dan IMT turun dari 24,0 menjadi 22,9 kg/m². Lingkar perut berkurang rata-rata 4,6 cm, gula darah puasa turun dar rata-rata 133,8, menjadi 112,0 mg/dL, sementara kolesterol total turun dari 224,3 menjadi 204,0 mg/dL. Proporsi peserta dengan kategori nilai gula darah tinggi, turun tajam dari 40 persen menjadi 16,7 persen, diikuti penurunan proporsi obesitas dan kolesterol tinggi masing-masing sebesar 13,3 poin persentase, serta hipertensi yang turun 10 poin persentase.

Dia menjelaskan, tim pengabdi menilai hasil ini sejalan dengan berbagai temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa, aktivitas fisik aerobik ringan, hingga sedang yang dilakukan secara rutin, dapat memperbaiki komposisi tubuh, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperbaiki profil lipid. “Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Nan Balimo Kota Solok, mulai dari penyediaan data peserta, sarana kegiatan berupa halaman dan aula Puskesmas, hingga keterlibatan tenaga kesehatan setempat dalam pendampingan,”tuturnya.

Baca Juga  PWI Kota Solok Bentuk Panitia dan Matangkan Persiapan Jelang Pelaksanaan Konferensi

Tentunya ke depan, kami dari tim pengabdi sangat berharap Senam Low Impact, dapat direplikasi dan dijadikan bagian dari kegiatan rutin promotif-preventif di Puskesmas Nan Balimo maupun Puskesmas lain di Kota Solok. Begitu juga sebagai pelengkap kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular yang telah berjalan selama ini. “Dan program ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat, oleh Poltekkes Kemenkes Padang,”tutupnya..(Roni).

Penulis: RoniEditor: Tem Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *