Meningkatnya kebutuhan finansial membuat banyak orang beralih ke pinjaman online. Proses cepat dan tanpa jaminan memang terlihat menguntungkan. Namun, banyak pengguna justru terjebak dalam sistem yang tidak transparan. Salah satu contoh yang memicu kekhawatiran adalah kemunculan aplikasi Rupiah Maju.
Aplikasi ini tidak tersedia di platform resmi, namun sudah memiliki data pengguna saat pertama kali dibuka. Hal ini memunculkan dugaan bahwa aplikasi ini memiliki hubungan dengan pinjol lain yang sebelumnya pernah diakses.
Sekilas Tentang Rupiah Maju
Pada tampilan awal, Rupiah Maju menawarkan limit hingga Rp3.500.000 dengan pilihan tenor 210 hingga 360 hari. Tawaran ini tampak sangat menggiurkan. Akan tetapi, ketika pengajuan dilakukan, sistem justru hanya menyetujui Rp650.000 dengan masa pinjam 7 hari.
Perubahan mendadak ini menimbulkan kebingungan dan menunjukkan kurangnya transparansi.
Syarat Pengajuan
Pengguna harus mengisi data pribadi lengkap, termasuk identitas dan rekening bank. Aplikasi juga meminta akses ke data ponsel. Hal ini berpotensi menimbulkan penyalahgunaan jika aplikasi tidak berada di bawah pengawasan resmi.
Cara Pinjam Uang
-
Registrasi akun
-
Lengkapi data pribadi
-
Unggah KTP dan foto wajah
-
Hubungkan rekening bank
-
Menunggu persetujuan
-
Memilih nominal
-
Mengajukan pinjaman
Meskipun proses terlihat sederhana, hasil pencairan tidak sesuai ekspektasi.
Potongan Dana yang Besar
Dari pinjaman Rp650.000, dana bersih yang diterima hanya sekitar Rp390.195. Namun, saat jatuh tempo, pengguna tetap harus membayar penuh Rp650.000. Potongan ini tergolong sangat besar untuk jangka waktu hanya 7 hari.
Status Legalitas
Rupiah Maju tidak terdaftar di OJK. Ini berarti tidak ada jaminan keamanan data maupun keadilan dalam penagihan. Pinjol tanpa izin sering kali menerapkan praktik yang merugikan pengguna.
DC Lapangan
Dalam praktik pinjol ilegal, DC lapangan kerap digunakan untuk menagih secara langsung. Penagihan ini sering dilakukan dengan tekanan yang melanggar batas hukum.
Kesimpulan
Rupiah Maju menunjukkan banyak tanda sebagai pinjaman online berisiko. Limit besar hanya menjadi umpan, sementara pencairan kecil dan tenor pendek membuat pengguna rentan gagal bayar. Tanpa izin resmi, aplikasi ini tidak layak digunakan sebagai solusi keuangan.





